Sejarah Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri
Arus modernisasi dan globalisasi yang kian pesat membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga berkarakter, berlandaskan nilai religius, sosial, dan kebangsaan. Menyadari tuntutan tersebut, UIN Syekh Wasil Kediri melakukan penguatan kelembagaan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan serta mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks inilah gagasan pembukaan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) dirumuskan. Program studi ini diproyeksikan sebagai ruang pengembangan calon pendidik Bahasa Indonesia yang tidak hanya menguasai keilmuan dan pedagogi, tetapi juga mampu merespons dinamika sosial dan budaya secara kritis. Kehadiran Program Studi TBIN sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis UIN Syekh Wasil Kediri — yang kala itu masih bernama IAIN Kediri — dalam memperluas peran institusionalnya di bidang pendidikan dan pengajaran bahasa.
Program Studi TBIN UIN Syekh Wasil Kediri secara resmi memperoleh izin penyelenggaraan dan mulai beroperasi pada tahun 2020, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 218 Tahun 2020 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Strata Satu (S-1) pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, yang ditetapkan pada tanggal 9 Maret 2020. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan, lulusan Program Studi TBIN dianugerahi gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Pembukaan Program Studi TBIN tidak dapat dilepaskan dari kebijakan nasional Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan zaman. Dengan landasan kebijakan tersebut, Program Studi TBIN hadir sebagai wujud komitmen UIN Syekh Wasil Kediri dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.