Dari Ruang Kuliah ke Layar Sinema: Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Gelar “Cipta Sinema Vol. 2”

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan “Cipta Sinema Vol. 2: Bedah Film Karya Mahasiswa” yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Desember 2025, bertempat di Rektorat Lantai 4. Kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah Kajian dan Apresiasi Film dan Sinema Elektronik.

Acara yang berlangsung pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ini menampilkan pemutaran dua film pendek karya mahasiswa, yakni Titik Koma dan Sukro dan Sukra. Kedua karya tersebut menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif di bidang sinema.

Di bawah bimbingan dosen pengampu, Erawati Dwi Lestari, M.Hum., mahasiswa dilatih mengembangkan ide, menyusun skenario, melakukan proses produksi, hingga tahap penyuntingan film. Pendekatan project-based learning yang diterapkan dalam mata kuliah ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif sekaligus relevan dengan perkembangan media digital.

Selain pemutaran film, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi bedah film yang berlangsung interaktif. Dalam sesi tersebut, mahasiswa terlibat aktif sebagai kreator maupun audiens kritis dengan mengkaji berbagai aspek, mulai dari alur cerita, pesan yang disampaikan, teknik visual, hingga konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi karya.

Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan penampilan variasi puisi oleh mahasiswa angkatan 2024 yang menambah nuansa artistik sekaligus memperkuat sinergi antara kajian sastra dan sinema dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan “Cipta Sinema Vol. 2”, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga ruang apresiasi dan refleksi atas karya yang dihasilkan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan kontekstual, serta mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya dan berpikir kritis di era digital.


Berita Lainnya