Final Lomba Monolog Nasional 2025: Ekspresi Sastra Pelajar dan Mahasiswa dalam Merayakan Bulan Bahasa

Puncak peringatan Bulan Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri berlangsung meriah melalui babak final lomba monolog tingkat nasional pada Kamis, 30 Oktober 2025. Mengangkat tema “Melalui Kreativitas Sastra, Merajut Simfoni Budaya dengan Harmoni Aksara”, ajang ini menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa dan pelajar se-Indonesia untuk menunjukkan bakat seni peran mereka secara luring. Setelah melalui tahap penyisihan video yang ketat, para finalis terpilih dari kategori mahasiswa dan SMA sederajat tampil memukau guna memperebutkan gelar juara dan penghargaan bergengsi.

Pada kategori mahasiswa, Muhammad Fawazul Haqi dari Program Studi Manajemen Haji dan Umroh UIN Syekh Wasil Kediri berhasil keluar sebagai juara melalui penampilan yang sangat interaktif. Sang aktor dinilai sukses membangun komunikasi dua arah yang intens dengan para hadirin, di mana reaksi penonton yang merespons setiap pernyataan aktor menjadi sorotan utama. Suasana gedung menjadi sangat hidup dan riuh ketika dialog-dialog menggelitik yang dilemparkan berhasil memancing respons spontan serta tawa dari penonton, menunjukkan kepiawaian aktor dalam menguasai panggung secara alami.

Kesan mendalam juga ditampilkan oleh pemenang kategori SMA sederajat yang diraih oleh perwakilan dari MAN 3 Nganjuk. Penampilan tersebut memukau hadirin melalui perpaduan akting yang emosional dengan iringan musik serta efek suara yang disiapkan secara apik oleh tim kru. Suasana dramatis yang terbangun berhasil membuat penonton terhanyut dalam setiap ritme pertunjukan yang mencekam sekaligus memilukan. Meski demikian, penampilan ini tetap terasa dinamis berkat sisipan komedi atau guyonan di sela-sela adegan yang berhasil mencairkan suasana tanpa mengurangi esensi dari narasi yang dibawakan.

Kesuksesan babak final ini merupakan bukti komitmen Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri dalam mengembangkan kepekaan estetika dan apresiasi sastra di kalangan generasi muda. Melalui kompetisi ini, diharapkan bakat-bakat seni peran dari kalangan mahasiswa dan pelajar dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia sastra di Indonesia. Penyelenggaraan lomba monolog dalam rangkaian Pekan Raya Bulan Bahasa 2025 ini secara resmi ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan, piagam, serta uang pembinaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya mereka.


Berita Lainnya